27 Februari 2015

"Gereja yang Melayani Seturut Teladan Kristus"

   

   Keuskupan Padang menetapkan tahun 2015 sebagai Tahun Pelayanan (Diakonia). Aksi yang dilakukan salah satunya dengan adanya doa Tahun Pelayanan di masing-masing paroki, yang dibacakan pada saat misa berlangsung. Selain itu, aksi lainnya juga dilaksanakan oleh para dewan paroki dan stasi di paroki setempat. Namun sebelum hal tersebut terlaksana, maka diadakanlah Pertemuan Seksi Sosial dan Katekese Paroki se-Keuskupan Padang. 
Foto Bersama Para Seksi Sosial dan Katekese Se-Keuskupan Padang
   Difasilitasi oleh Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) - Caritas Keuskupan Padang, para peserta sangat antusias dan merespon positif kegiatan yang diadakan di Aula Puri Dharma Katedral - Padang ini. Namun sangat disayangkan, tidak semua paroki yang hadir dalam pertemuan ini. dari 24 undangan yang dibagikan, hanya 19 Paroki yang menghadiri pertemuan ini. Kembali pada tujuan awal, kegiatan ini berguna untuk memberi pembekalan pada para seksi sosial dan katekese untuk melaksanakan tugasnya di paroki / stasi masing-masing. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk kemajuan umatnya. 
      Berkaitan dengan penggunaan dana APP, pada hari pertama para peserta mengevaluasi terkait penggunaan dana tersebut. Secara umum, rata-rata sudah menggunakan dana dengan tepat. Tetapi masih ada yang belum menggunakannya sesuai dengan tempatnya. Maka, P. Alexius Sudarmanto, Pr (Ketua Komisi PSE) menegaskan bahwa penggunaan dana APP tidak untuk pembangunan gereja atau rumah ibadat. Para Seksi Sosial juga diajak untuk membentuk usaha mandiri umat, agar umat terhindar dari ketergantungan hidup pada gereja serta kemiskinan. Seksi Katekese diajak untuk membangun kesadaran umat tentang pentingnya melayani sesama, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Maka, perlu membuka jaringan keluar Gereja untuk kesejahteraan umat bersama. 
Diskusi Peserta dari Paroki Santa Maria Ratu Rosari (Bagan Batu)
      Selama kegiatan 3 hari berlangsung, yaitu dari tanggal 6 sampai 8 Februari 2015, para peserta disuguhi materi yang berkaitan dengan tahun diakonia ini. Pengetahuan Gereja yang melayani dari berbagai perspektif disampaikan oleh narasumber yang paham dibidang tersebut. P. Hendrikus Ngambut Oba, Pr menjelaskan dalam Perspektif Teologi Biblis. Secara garis besar, beliau menjelaskan bahwa Diakonia; membasuh kaki, membersihkan, mencuci, saling membersihkan dan saling membasuh. Sebelum jadi pelayan, kita harus dibasuh/dicuci pertanda pembabtisan dan memberi diri secara total. Ketika dengan Allah kita menghamba, sedangkan dengan sesama melayani. Melayani Allah berarti melayani sesama. Tujuan Diakonia ialah memuliakan Allah dan menyelamatkan Manusia. Perspektif Ekonomi disampaikan oleh P. Alexius Sudarmanto, Pr, Pendidikan disampaikan oleh P. Alexwandi, Pr, dan Kesehatan oleh Dr. Rinal (Dirut Rs. Yos Sudarso Padang). 
      Diakhir kegiatan, para peserta berkumpul dari masing-masing paroki untuk membuat rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan di Parokinya. Hasil rencana kemudian dijadikan satu modul bersama, untuk menjadi "PR" bersama selama satu tahun kedepan. Harapannya, kegiatan ini dapat sampai ke seluruh umat di Keuskupan Padang melalui para "tangan kanan gereja" ini. Semoga apa yang menjadi tanggung jawab peserta, dapat dipertanggungjawabkan dihadapan para umatnya.